Skip to main content

Why Crypto?

If a hunter gatherer works 10 hours a day to get 5kg of meat, if that meat is then sold for 100$, then we can say that 100$ is worth 10 hours of human labour (yes some jobs pay more in 10 hours), the point is 100$ equals some human labour/time. A bank that has $ 1 billion from customers’ savings in their vault could be said of having $ 1 billion worth of human labour. However, due to ‘Fractional Reserve Banking’ that bank can issue loans up to 90% of the real money in their vault - which technically still belongs to their customers, they are only required to keep 10% of that 1 billion. This creates more money (debt) in circulation since the banks customers still have the claim over that $ 1 billion despite the borrowers have taken 900 million from that bank and already used up that money to buy cars, houses, etc. That creates Multiplier effect since the car and house sellers now received 900 million, if that money goes to Bank B and this bank repeats the same process as the fist bank, the money will keep multiplying itself as new loans and credits are being generated. It will be fine as long as the savers can withdraw their money (bank not running out of cash) and the borrowers can pay back their loans, failure on one of these will cause crisis. Bail outs from central banks to cover failing banks allow the overflow of money into the market go unpunished. This causes products prices to increase and the value of money decreases - hence the value of human labour/time also diminishes. When banks print money, they literally robbed away your lifetime’s work and labour because your work is denominated in their fiat currency. The real currency is Time. Cryptocurrency - as long as it is secure is free from this problem. Making it probably the best means of exchange. Since no central authority could produce BTC or ETH for free. Crypto’s security relies on ‘Trapdoor Functions’ and bits mixers like SHA256, ETHASH, PROGPOW, etc. That will take all computers on Earth combined millions of years to brute force attack. Or is it? We’ll see…

Comments

Popular posts from this blog

Apakah Kita Bisa Berenang di Kolam Penyimpanan Sisa Bahan Bakar Nuklir? Spent Nuclear Fuel Pool - The Forbidden Pool

Ini adalah foto kolam penyimpanan sisa bahan bakar reaktor nuklir. Katanya kalau renang di sana anda tidak akan kena radiasi mematikan kecuali mendekati batang-batang nuklir (rods) yang di simpan di peti di dasar kolam. Suhu air dalam kolam juga tidak begitu panas sekitar 35 derajat Celcius karena kolam selalu di isi ulang dengan air dingin murni secara berkala. Sementara di dalam reaktor yang aktif beroprasi batang2 nuklir (rods) bisa membuat air mendidih sampai 300 derajat Celcius sehingga menghasilkan uap yang di alirkan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik. Jika air pendingin tidak di ganti secara berkala itu bisa mengakibatkan bencana nuclear meltdown seperti yang terjadi di Chernobyl dimana reaktor meledak karena kelebihan uap dan batang2 nuklir tersebut melelehkan bangunan reaktor nuklir yang di desain untuk mengcontain mereka. Tapi seandainya anda nekat untuk renang di sana kemungkinan besar anda akan mati di tembak security sebelum nyebur ke kolam. "U...

The God Delusion by Richard Dawkins | Terjemahan Bahasa Indonesia | Bab I

CHAPTER 1 A deeply religious non-believer //Orang alim yang tidak beriman// I don't try to imagine a personal God; it suffices to stand in awe at the structure of the world, insofar as it allows our inadequate senses to appreciate it. “Saya tidak membayangkan tuhan yang memiliki kepribadian; Cukuplah untuk berdiri dan mengagumi struktur dunia, sejauh panca indera kita yang tak sempurna ini bisa mengapresiasinya.” ALBERT EINSTEIN Kehormatan yang Pantas Anak itu tiarap di atas rerumputan , dagunya bertumpu di tangannya . Dia tiba-tiba merasa kewalahan oleh kesadaran yang tinggi atas batang-batang dan akar-akar pohon yang kusut , dia menemukan sebuah hutan di dalam dunia mikro , dunia semut dan kumbang yang berbeda dan bahkan dunia miliaran bakteri di dalam tanah , dimana secara diam-diam bakteri tersebut menopang perekonomian dunia mikro , walaupun anak itu belum mengetahui detail bakteri pada saat itu. Tib...

WHY NATIONS FAIL? (MENGAPA NEGARA - NEGARA GAGAL?)

Terinspirasi dari buku Why Nations Fail – The Origins of Power, Prosperity, and Poverty ‘Mengapa Negara - Negara Gagal – Asal usul Kekuatan, Kemakmuran, dan Kemiskinan’ Anda mungkin penasaran dan sering bertanya mengapa Amreika Serikat kaya sedangkan Indonesia miskin. Mengapa Korea Utara dan Korea Selatan yang hanya berbataskan pagar memiliki derajat kemakmuran yang sangat jauh berbeda. Mengapa Revolusi Industri yang menentukan kemakmuran Negara terjadi di Inggris tidak di India, Meksiko atau Indonesia. Apakah kekayaan dan kemajuan suatu Negara di tentukan oleh kekayaan alam negaranya, budaya dan ras penduduknya, Iklimnya, atau institusi pemerintahannya. Hal inilah yang di kupas di dalam buku Why Nations Fail karya Daron Acemoglu dan James A Robinson. Negara yang makmur pada umumnya memiliki institusi pemerintahan yang inclusive/terbuka, dimana kekuasaan pemerintah tidak absolut dan tertutup. Kekuasaan tidak hanya ada di tangan raja dan pengikut setianya, tetapi ...