Skip to main content

Apa itu MEV (Miner/Maximal Extractable Value)?

Ada beberapa jenis transaksi di dalam ETH dimana profit akan masuk ke wallet orang yang mengumumkan transaksi tersebut ke mempool. Contohnya DEX Arbitrage, Liquidations, Sandwich Trading, NFT Minting, dll.

Jadi ada banyak robot yang setiap saat menscan mempool ETH untuk mendeteksi jenis transaksi tersebut yang dianggap menguntungkan, jika ditemukan, mereka akan mengcopy semua data transaksi tersebut dan mengubah wallet address yang menciptakan transaksi, lalu meningkatkan gas fee agar transaksi bot tersebut yang didahulukan miner, ini mengakibatkan kompetisi antara banyak bot dalam hitungan milisecond mereka berlomba meningkatkan gasfee agar menang, ini juga menimbulkan peluang baru untuk kerjasama antara MEV researcher dan miner untuk meningkatkan profit mereka dengan join force, hashrate dan MEV bot research. Hal ini mengakibatkan gas fee sering naik.

Solusinya, ada flashbot yang akan melakukan nuclear mode untuk mencegah bot2 lain berkompetisi terus2an menaikkan gas fee, caranya dengan mengoutbid kompetisi, jika bot2 lain cuma menaikkan fas fee +1%, dia misalnya secara instant menaikkan gas fee sebanyak 50%-100%, agar bot2 lain mundur, karena kalau gas fee lebih besar daripada profit MEV maka itu merugikan. Tetapi masih tetap ada banyak peluang MEV yang tidak begitu banyak diketahui, masih ada ratusan juta dollar profit yang didapat dari MEV. 

Di bawah ini adalah contoh transaksi MEV yang dieksekusi flashbot dimana dia menukar (swap) 1.000 ETH dengan 11.293.896 DAI di Uniswap V2, kemudian 11.293.896 DAI itu ditukar kembali dengan 1.045 ETH di Sushiswap, dengan menggunakan flashloan sebanyak 1000 ETH dari Aave. Artinya dalam transaksi ini operator flashbot dan miner yang menjalankannya mendapat 45 Ethereum hanya dengan menukar perbedaan harga ETH di dua Defi yang berbeda tersebut yaitu antara Sushiswap dan Uniswap. Perbedaan harga koin/token di dua exchange atau lebih adalah sesuatu yang biasa, dan ini memberikan kesempatan untuk melakukan arbitrage, membeli token X dari exchange A dimana harganya sedikit lebih murah lalu menjualnya di exchange B dimana harganya lebih mahal dan mengantong keuntungan dari perbedaan harga tersebut. Setiap blok dalam Ethereum dikonfirmasi dalam waktu 10 detik, dan dalam 10 detik ini mungkin ada ratusan atau ribuan robot yang menscan mempool untuk menemukan kesempatan melakukan arbitrage seperti ini, semua tereksekusi secara otomatis sesuai parameter yg telah ditentukan coder, selain arbitrage mereka juga bisa melakukan frontrunning, backrunning, sandwich, dll.


 
Jadi ingat flash crash yang terjadi ketika akun twitter AP (Associated Press) dibajak hacker yang memposting berita palsu mengenai Gedung Putih telah dibom dan Presiden Obama terluka. Pada saat yang bersamaan harga saham Dow Jones Industrial Aveage langsung turun 143.5 poin, Standard & Poor's 500 Index kehilangan 136 miliar dollar. Saham2 drop otomatis karena alogaritma atau robot yang berjalan di bursa saham Amerika langsung melakukan 'sell' secara otomatis berdasarka input yang mereka dapat dari sumber berita di media sosial. Jadi sebenarnya trader biasa akan mustahil menang melawan alogaritma kompleks seperti ini. Walaupun harga saham2 tersebut kembali normal setelah berita palsu tersebut dibantah oleh otoritas berwenang akan tetapi kehebatan alogaritma dalam trading saham sudah terlihat. Bagaimana mungkin orang biasa bisa mengalahkan robot yang bisa mengeksekusi trade dalam hitungan milisecond dengan input otomatis dari jutaan sumber berita yang di scan setiap saat. Kita belum bangun tidur dan baca berita mereka sudah tahu duluan dan sudah mengeksekusi buy/sell order. Jadi sebenarnya trading mungkin hanyalah information arbitrage, dulu-duluan mendapat informasi yang kredibel dan memposisikan diri sesuai informasi tersebut. Mungkin bisa dipastikan sudah ada kode python di wall street yang berisi kurang lebih "If Russia nukes the US, sell all US and Russia stocks." Artinya mereka sudah mempreduksi semua kemungkinan baik atau buruk sebelum itu semua terjadi, dan ketika beneran terjadi, mereka sudah otomatis memposisikan diri dalam hitungan milisecond. Robot begini mana bisa dikalahin. Nah hal yang sama sedang merajalela di jaringan Ethereum sekarang dengan banyaknya MEV bots yang menscan mempool setiap saat untuk mencuri kesempatan arbitrage, dan masing2 alogaritma robot ini berkompetisi satu sama lain.

This day in history: Hacked AP tweet about White House explosions triggers  panic - MarketWatch
 

Beginilah Crypto itu rabbit holenya tidak berujung.

Referensi:
1. https://ethereum.org/en/developers/docs/mev/
2. https://etherscan.io/tx/0x5e1657ef0e9be9bc72efefe59a2528d0d730d478cfc9e6cdd09af9f997bb3ef4

3. https://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-3090221/The-tweet-cost-139-BILLION-Researchers-analyse-impact-hacked-message-claiming-President-Obama-injured-White-House-explosion.html

Comments

Popular posts from this blog

Apakah Kutub Utara Mengalami Pergeseran? Apakah Matahari Akan Terbit Dari Barat?

Ini jawaban detail dari European Space Agency (ESA): 1. Yang berubah itu magnetic pole, geographic pole tetap sama, jadi yang berubah hanya arah North South di kompass anda, tapi matahari tetap terbit di tempat yang sama, karena poros dan arah rot asi bumi tetap sama, cuma kompass anda saja yang berubah arah jarumnya. "Unlike our geographic North Pole, which is in a fixed location, magnetic north wanders. This has been known since it was first measured in 1831, and subsequently mapped drifting slowly from the Canadian Arctic towards Siberia. One of the practical consequences of this is that the World Magnetic Model has to be updated periodically with the pole’s current location. The model is vital for many navigation systems used by ships, Google maps and smartphones, for example. Between 1990 and 2005 magnetic north accelerated from its historic speed of 0–15 km a year, to its present speed of 50–60 km a year. In late October 2017, it crossed the international date l...

Masih Ingat Kasus Malaysian Airlines MH370?

Ini artikel investigasi yang bagus banget, https://www.theatlantic.com/magazine/archive/2019/07/mh370-malaysia-airlines/590653/ , baca ini seperti baca novel suspense thriller, cukup panjang dan mendalam, 1-2 hour read jadi bisa di baca sambil di temani secangkir kopi, ada audionya juga bisa di putar sambil beraktifitas. Ringkasan dan sedikit tambahan dari saya: * MH370 hilang dari radar 37 detik setelah memasuki wilayah udara Veietnam. Setelah itu ATC Veitnam menghubungi MH370 tanpa hasil, ATC Malaysia tidak curiga karena di sangka MH370 sudah masuk wilayah udara Vietnam dan ditangani ATC Vietnam. 18 menit setelah itu, barulah ATC Vietnam menghubungi ATC Malaysia memberitahu tentang MH370 yang hilang dari radar. Menurut peraturan seharusnya itu di lakukan 5 menit setelah peswat tidak melaporkan lewat radio. Pesawatnya bisa ada dimana saja di sekitaran laut Cina Selatan pada titik ini. * Pencarian awal melibatkan banyak negara di lakukan oleh puluhan kapal dan pesawat di Laut Cina Sela...

Apakah Kita Bisa Berenang di Kolam Penyimpanan Sisa Bahan Bakar Nuklir? Spent Nuclear Fuel Pool - The Forbidden Pool

Ini adalah foto kolam penyimpanan sisa bahan bakar reaktor nuklir. Katanya kalau renang di sana anda tidak akan kena radiasi mematikan kecuali mendekati batang-batang nuklir (rods) yang di simpan di peti di dasar kolam. Suhu air dalam kolam juga tidak begitu panas sekitar 35 derajat Celcius karena kolam selalu di isi ulang dengan air dingin murni secara berkala. Sementara di dalam reaktor yang aktif beroprasi batang2 nuklir (rods) bisa membuat air mendidih sampai 300 derajat Celcius sehingga menghasilkan uap yang di alirkan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik. Jika air pendingin tidak di ganti secara berkala itu bisa mengakibatkan bencana nuclear meltdown seperti yang terjadi di Chernobyl dimana reaktor meledak karena kelebihan uap dan batang2 nuklir tersebut melelehkan bangunan reaktor nuklir yang di desain untuk mengcontain mereka. Tapi seandainya anda nekat untuk renang di sana kemungkinan besar anda akan mati di tembak security sebelum nyebur ke kolam. "U...